
Majelis Dzuhur SMP Islam Terpadu Insan Rahayu merupakan program pembinaan keislaman yang dilaksanakan setiap hari setelah Salat Dzuhur hingga pukul 12.30 WIB. Dalam program ini, para guru membimbing murid untuk mempelajari hadits-hadits tentang sifat salat Nabi Muhammad ﷺ yang terdapat dalam Kitab _Bulughul Maram,_ khususnya Bab Sifat Shalat.
Kegiatan dilaksanakan dengan metode sederhana namun efektif. Guru membacakan hadits satu kali, kemudian diikuti dan diulangi oleh seluruh murid secara bersama-sama. Melalui program ini, diharapkan seluruh murid dapat memahami sekaligus mempraktikkan tata cara salat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Selain dipelajari secara lebih rinci dalam program Bina Pribadi Islam (BPI), Majelis Dzuhur menjadi sarana pelengkap untuk memperkuat pemahaman dan pembiasaan ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Rabu, 29 Agustus, materi Majelis Dzuhur disampaikan oleh M. Zidane Zundul Haq, S.Sos. Materi yang dibahas adalah makna rukuk yang disertai dengan _tuma’ninah_ (ketenangan), sehingga gerakan rukuk dapat dilakukan dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.
Hadits yang dibacakan adalah:
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا…
(Diriwayatkan oleh Imam yang Tujuh).
Artinya:
“Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka sempurnakanlah wudu. Kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah. Kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an. Setelah itu rukuklah hingga kamu tenang dalam keadaan rukuk.”
Setelah hadits dibacakan dan diulangi oleh para murid, Pak Zidane menjelaskan bahwa kesempurnaan salat diawali dengan kesempurnaan wudu. Seseorang tidak akan mampu melaksanakan salat dengan sempurna apabila wudunya tidak dilakukan dengan baik dan sesuai tuntunan syariat.
Beliau juga menekankan bahwa ketika telah memasuki masjid dan waktu salat telah tiba, seorang muslim dianjurkan untuk segera mempersiapkan diri melaksanakan salat serta menghindari aktivitas yang dapat melalaikannya dari ibadah. Setelah itu, salat dimulai dengan _takbiratul ihram_ dan dilanjutkan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah dibaca dan dihafal. Dalam kesempatan tersebut, murid-murid juga diingatkan agar tidak memberatkan diri dengan membaca surat yang belum dikuasai, terutama ketika menjadi imam salat.
Pembahasan kemudian berlanjut pada gerakan rukuk. Pak Zidane menjelaskan bahwa rukuk yang benar adalah rukuk yang dilakukan dengan _tuma’ninah_ , yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa. Punggung harus berada pada posisi lurus dan mantap sebelum membaca doa rukuk. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa punggung Rasulullah ﷺ ketika rukuk sangat lurus sehingga digambarkan seandainya diletakkan air di atas punggung beliau, air tersebut akan tetap berada di tempatnya dan tidak mengalir.
Selain kesempurnaan posisi tubuh, ketenangan jiwa juga menjadi bagian penting dari _tuma’ninah_ . Oleh karena itu, seorang muslim tidak seharusnya terburu-buru berpindah gerakan atau langsung membaca doa rukuk sebelum mencapai posisi rukuk yang sempurna. Doa rukuk hendaknya dibaca setelah tubuh benar-benar berada dalam keadaan stabil dan tenang.
Melalui materi ini, para murid diharapkan dapat memahami bahwa rukuk bukan sekadar gerakan membungkukkan badan, tetapi merupakan bentuk pengagungan kepada Allah Swt. yang harus dilakukan dengan penuh ketenangan, kekhusyukan, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Dengan demikian, salat yang dilaksanakan akan lebih sempurna dan lebih mendekati salat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.




